Archive for the Category »Cinta «

22
Jul

Siapa yang akan ku pilih, cinta atau Tuhan?
dan kau, Siapa yang akan kau pilih, cinta atau Tuhan?
Ini semua tentang dan hanya tentang aku, kau, cinta dan Tuhan.
Dan mereka memilih Tuhan. That’s it.

Saya pernah berada dalam lingkungan dimana agama saya menjadi tak begitu mayoritas dan eksklusif lagi. Muslim dan Kristen bercampur baur dalam takaran hampir 50:50. Ada persahabatan disana, ada kasih sayang, ada kepedulian, ada permusuhan, dan hadir pula cinta. Seorang teman muslim yang taat, pacaran dengan seorang teman lain, yang kristen taat pula. Cinta menjadi alasan. Dan tiba-tiba, agama menjadi penghalang.

Tak perlu jauh-jauh, tak usahlah cerita agama yang jadi penghalang dalam hubungan cinta dua manusia. Dalam satu agama saja, katanya jangan berbohong, jangan berzina, jangan mencuri, jangan menyakiti hati orang tua,  dan jangan-jangan lainnya, tapi masih tetap saja dilakukan.

Kalau sudah begitu, masihkah (sebenarnya) kita memilih Tuhan?

Apakah dengan keangkuhan kita, kita masih memilih cinta, yang notabene adalah ciptaan Tuhan juga, yang fana dan akan musnah?

Ataukah cinta pada Tuhan itu hanya ada dalam cerita saja, tak terasa?

My favorite quote:

“Tuhan gue aja berani gue khianatin, apa lagi lo ntar?” Annisa, saat Cina membahas tentang pindah agama.

*image taken from http://www.godisadirector.com/En/download.html

16
Jun

Menunggu dan menanti, selalu. Berlumut, hanya untuk luruh menjadi tanah dan tergerus terbawa arus. Selalu dan selalu.
Sunday at 20:18

more…

Category: Cinta, Moi  Tags: , , ,  5 Comments
20
Feb
Coz I miss you..

Do you love me? Coz I miss you..

Kamu suka Love Story?? Tidak? Ya?

Kalau saya? Saya sangat suka ^0^

Berdasarkan negaranya, saya lebih suka film Asia, seperti Jepang, Korea,dan India, tapi film cinta dari Indonesia saya malah tidak suka. Untuk film Hollywood juga terbatas. Hanya beberapa judul, seperti Serendipity, Music and Lyrics, dan Love Actually, serial Gossip Girl (Chuck dan Blair), serta dongeng-dongeng semacam Ella Enchanted dan Cinderella Ever After.

Kenapa? Karena film-film Jepang, Korea dan India cenderung menampilkan cinta penuh dengan perasaan, tidak menonjolkan sentuhan fisik. Tentu sentuhan fisik seperti pelukan dan ciuman ringan tetap ada, dan itu justru mendukung cerita itu sendiri dengan tidak berlebihan. Saya tidak suka film barat karena kebebasan mereka yang ‘lebih’. Bagi saya Love story dan film porno itu berbeda, tapi Hollywood kadang menyatukan itu, itulah yang membuat saya tidak begitu suka. *kayak makan cake pake sambal, jadi merusak rasa :)

So, why love story?

Saya bisa ikut merasakan perpisahan dan sulitnya untuk bertemu seperti dalam cerita Friends sambil mengenang hal serupa yang pernah saya alami dulu. Atau kisah cinta yang lucu dalam Too Beautiful To Lie. Bisa juga ikut menangis saat menyaksikan cinta yang sedih dalam Endless Love.
Ingat Kuch Kuch Hota Hai? Berkali-kali ditonton tetap saja bagus :) Atau serial Meteor Garden, Boys Over Flower, dan Hana Yori Dango.

Membuat hati menjadi lebih kaya. Melihat berbagai bentuk cinta yang berbeda, mengenali berbagai macam karakter, ikut merasakan apa yang mereka rasakan. Menangis ketika sedih, tertawa ketika lucu, tersenyum ketika bahagia. Sungguh menghanyutkan dan sangat indah :)

Melalui cerita-cerita tersebut pula saya jadi bisa mengenali lawan jenis. Bagaimana perasaan mereka, bagaimana mereka mencintai dan seperti apa ingin dicintai. Saya jadi lebih bisa menghargai orang yang mencintai saya dan selalu ada untuk saya. Menyadari akan selalu ada sosok Tao Ming Tse, apapun dan bagaimanapun dia, itulah pria yang saya pilih. Dan selalu ada sosok Hua Ze Lei, sosok pria yang sangat mencintai saya yang walau sekuat apapun saya berusaha saya tetap tak bisa membalas cintanya. “You’re like someone sent from the heaven to me like bonus“, kata JanDi di Boys Over Flower.

Karena cinta itu terasa oleh hati, mulut bisa berkata ya atau bisa menolak, atau bisa juga pura-pura tak mau, tapi getaran hati itu tersampaikan. Cinta yang tulus tak kan bisa dikelabui oleh logika.

Aku ingin mencintai
seperti awan menaungi bumi.
Menyejukkan.

Aku ingin dicintai
Seperti merasakan permen gula kapas merah jambu.
Lembut, dan terasa manis.

[041209]

Cuit cuit… tumben-tumbenan, ga pernah-pernah Winda ngomongin cinta pertama… Tiba-tiba jadi pengen aja, gara-gara kemaren dapet sms dari ‘seseorang di masa lalu’…

Hayooo, masih ga inget cinta pertama kamu siapa??

Kalo saya, huhuhu, kayaknya pas umur 4 tahun dah mulai naksir-naksir tetangga, trus pas kelas 1 SD juga dah mulai naksir temen sekelas yang ganteng. Plis dong, saya kelas 1 SD umur 5 tahun gitu! Dah naksir cowok! Duh mama, maafkan anakmu ini yang kecil-kecil dah ganjen T_T. Tapi itu kan cuma naksir-naksir doang, biasaaaa anak kecil…hehe

So, first love…
Siapakah dia??? cieh cieh…

Seseorang yang :
- bikin selalu semangat dan rajin ke sekolah…
- pas naik kelas ato naik jenjang selalu pengen tetap satu kelas dan satu sekolah
- suaranya terdengar indaaaaaaaaaah bgt kalo pas di telpon
- surat-surat cintanya ampe lecek dibaca ratusan kali dan selalu dibawa kemanapun pergi*
- bikin jeles dan sakit hati kalo dia deket ma ce laen*
- sering punya pikiran serupa -telepati-, entah karena saking dekatnya
- dll

8 tahun jatuh cinta pada orang yang sama, hanya untuk ditinggalkan dengan kata-kata “Winda sayang, perasaanku dah berubah, mungkin karena waktu yang terus berjalan..”

Dasar pria! Memang menyebalkan!

Ah, semoga aja dia ga pernah baca posting ini.. hehe…

Tentu, semua orang pernah punya kisah masing-masing, bahkan bagi seorang yang ga pernah menganggap cinta itu penting sekalipun.. Saya ga bilang cinta pertama saya tak indah atau menyakitkan, karena bagi saya, dia pernah ada, tetap ada, dan akan selalu ada… ^.^

Kangeeeeen….

(*) bahkan sampai sekarang –> tidak untuk ditiru : desperate ex-love %&^@#$@%&

Category: Cinta, Moi  6 Comments

Entah sejak kapan, saya tidak begitu suka ngobrol berlama-lama di telepon. Apalagi dengan orang yang ga dikenal. Hanya beberapa orang tertentu yang saya ‘beri hak’ boleh nelpon lama-lama, yaitu: orang tua saya, dan teman yang saya tahu hanya akan menelepon lama sekali itu saja.

Beberapa waktu yang lalu saya tanpa sengaja pernah mengangkat telepon dari seseorang yang awalnya saya kira saya kenal. Setelah ngobrol lama, saya baru sadar ini bukan teman saya. Cepat-cepat saya akhiri percakapan. Namun efeknya panjang, orang tersebut miskol-miskol terus. Males banget kan, akhirnya tiap dia nelpon saya silent terus ringtonenya.

Saya jahat ya?
Mungkin..
Alasan saya nelpon lama-lama itu wasting time, apalagi ngomong dengan orang tak dikenal dan ga mau ngasih tau identitasnya, itu lebih sia-sia dan ga ada gunanya. Meskipun misalnya ternyata yang nelpon temen yang ngerjain ketika ultah ato apa…

Jadi, mungkin ada beberapa alasan kenapa ketika Anda menelepon seseorang tapi ga dijawab:

1. Dia sedang tidak didekat telponnya dan ga tau kalo ada telpon (jauh, ga denger, di silent)

2. Dia sedang tidak bisa menerima telpon Anda (Anda selingkuhannya dan dia lagi sama pacarnya :p ato hpnya lagi lobatt, kalo diangkat ntar langsung off)

3. Dia males mengangkat telepon Anda (mungkin karena Anda annoying, suka nelpon-nelpon terus, dan ga pernah mau mengenalkan diri Anda seolah-olah Anda artis)

4. Silakan tambahin…

Category: Cinta  10 Comments

Coba deh,
ga punya pacar (cuma punya gebetan doang ^^)
dan banyaaaaak teman…..

Rasanya hidup lebih bahagia

Karna cinta lahiriyah terhadap lawan jenis, akan lebih indah jika diberikan kepada yang berhak menurut hukum dan agama…
Yakni suami/istri, bukan ‘sekedar pacar’ yang besok berpisah pun ga masalah

Asyik kan, bertanya-tanya, kelak jika tiba saatnya akan menikah,
‘Siapakah ya kira-kira yang akan menjadi pendamping saya?’

Seru dan lucu
Takkan takut salah pilih, karna selalu meminta kepada Allah untuk diberikan yang terbaik
Dan Allah akan selalu mengabulkan doa setiap hambaNya
Kalau saya sih, percaya aja :)

Category: Cinta  8 Comments

Satu per satu teman dekat saya melepas masa lajang.. Undangan datang silih berganti, walaupun hanya sedikit yang bisa saya hadiri. Tahun ini saja yang sudah confirmed ada di bulan Juli. Sementara nanti di bulan April dan Juni hanya tinggal menunggu kepastian. Yang akan punya anak, bahkan yang sudah punya anak berlomba-lomba menelepon mengabarkan hidup baru mereka dan bercerita bagaimana lucunya anak pertama… Ini teman saya bahkan mengirimkan hasil scan USGnya…

Scanning USG dari teman saya

Dalam hati cuma bisa berteriak, “huaaaaaaaaaaaaaaaaahhh…#@%^$#@&!!!”

Kenapa sih saya harus merasa terintimidasi?? Kenapa sih? Kenapa sih?

more…

Category: Cinta  28 Comments

Sebelumnya mohon maaf banget kepada teman-teman yang berjudul “laki-laki” alias “pria” alias “cowok” atau apalah namanya, semoga ga tersinggung yah. Sekalian maaf juga buat yang telanjur tersinggung =p

Saya cuma sedikit menyesalkan cara kenalan cowok via sms. Seperti yang baru-baru ini saya terima. Yang sangat saya sesalkan, caranya selalu hampir serupa. Ga cerdas sama sekali!

Kasus pertama, pura-pura salah kirim sms.
Contoh : “Hai, Dina. Ini Dito, yg kmrn ktm dBandung. Tmnnya Ade. Eh,tw kbr Ade ga, katanya dia dah mw merit yah?”
Sebeeel!!!

more…

Category: Cinta  20 Comments