Archive for the Category »Just a Note «

Keretaku terus melaju, sebentar lagi sampai di pelabuhan.

Kampung halaman, desa-desa, kota-kota yang pernah aku singgahi sejenak terbayang lagi di mataku.

Pertama kali aku berjalan

Ibuku bilang umur 8 bulan aku sudah pandai berjalan. Betapa kuat keinginan untuk mandiri dan segera pergi.

Pertama kali aku sekolah

Ya, masa-masa sekolah berlalu dengan indah. Tak sedikitpun kusesali masa yang singkat itu. Banyak teman dan banyak kenangan aku rasakan. Banyak cinta juga tentunya ;)

Pertama kali aku kuliah

Jauh dari orang tua bukannya membuat aku sedih, malah sangat bersemangat. Kebebasan baru ini begitu menarik dan menakjubkan.

Pertama kali aku bekerja

Punya uang sendiri, walau tak cukup tak apalah. Makin sering ingin pulang dan rindu rumah, sepertinya sudah terlalu lama merantau.

Ah,angin laut mulai terasa,, sedikit lagi hampir sampai pelabuhan.

Aku akan berganti kendaraan. Kapalku sudah menunggu, ia bersandar disana. Lautan yang luas akan segera aku arungi. Antara sedih, senang, takut, bahagia bercampur menjadi satu. Namun rasa ingin tahu mengalahkan segalanya.

Di kapal nanti, aku tak mau sendiri lagi. Akan kuajak serta orang-orang terdekatku. Dan kenangan yang telah berlalu, biarlah menjadi catatan masa lalu yang akan selalu aku simpan dalam lubuk hatiku.

Tell me ladies, dalam hidupmu, dari sekian banyak pria yang kau kenal, ada berapa yang bersikap gentleman?

Kalo saya, kurang dari 5!

Saya membagi pria2 yang saya kenal menjadi 2 golongan besar. Dewasa dan tidak dewasa. Golongan kedua diwakili oleh para anak mama; mereka yang bersikap kekanak2an; mereka yang tidak mampu bertanggung jawab kepada diri sendiri (dengan ga lulus2 kuliah atau jadi pengangguran menahun misalnya); yang merasa dirinya paling benar alias egois; yang tidak punya masa depan; yang tidak mampu membuat keputusan; dan yang paling buruk adalah yang tidak mau berubah. Sedangkan isi dari golongan pertama adalah mereka yang tidak seperti golongan kedua dan walau masih golongan kedua tapi mau berubah.

Bagi saya pria dewasa adalah pria yang baik.

Lalu bagaimana yang dimaksud dengan gentleman itu? Sebagai seorang wanita, apa yang saya harapkan dari seorang pria?

Sebelum dijawab saya mau cerita sedikit. Saya bertanya kepada salah satu teman pria saya “menurut kamu, cowok yang gentleman itu yang gimana?” Serta merta dia menjawab : “Yang berani mengaku kalo dia salah!” Khas jawaban cowok banget.

Saya tanya lagi “bisa nggak kamu nyebutin ciri sikap cowok gentleman terhadap ortunya atau terhadap cewek?” Eh dia malah bilang bingung dengan pertanyaan saya, walaupun sudah saya jelaskan lagi.

See? Bahkan cowok sendiri ga tau sikap yang gentleman terhadap orang lain itu yang kayak gimana. Masih dengan egonya, cowok hanya bisa melihat dari dirinya sendiri.

Oke, pendapat itu pasti relatif ya. Tapi bagi saya pribadi, pria yang gentleman itu adalah pria yang mampu membuat saya merasa aman, nyaman dan terlindungi. Just that simple! Dan perasaan itu terus ada selamanya, walau sudah jarang bertemu sekalipun. Selalu ada jaminan perasaan aman dan nyaman darinya walaupun kita bukan saudaranya, kekasihnya atau gebetannya.

Bagi saya itulah pria gentleman. Dan percaya atau tidak, hingga detik ini saya baru menemukan 3 orang yang seperti itu. How rare!

Ada banyak pria baik di dunia, tapi hanya sedikit yang mengerti dan bersikap sebagaimana gentleman.

Category: Just a Note  4 Comments

Facebook tidak ditutup dan weeklyworldnews adalah situs penyebar kebohongan.

Hari minggu kemarin timeline Twitter saya penuh tentang masalah pemblokiran BlackBerry. Heboh tentang masalah layanan BB yang akan diblok. Pernyataan Menkominfo Tifatul Sembiring di Twitternya (@tifsembiring) mengundang banyak kontroversi.

Tweet yang berisi hujatan kepada Pak Menteri pun bertubi-tubi, dari kalangan biasa sampai artis. Mereka yang ahli IT dan praktisi Telco pun urun suara.

Yang kontra kebanyakan mempermasalahkan kenapa hanya karena konten porno trus layanan BB harus di blok. Padahal konten tersebut bisa diakses darimana saja, kenapa BB yang harus dibesar-besarkan. Kicauan jadi melebar kemana-mana. Yang tak tahu apa-apa jadi ikut menghujat, seperti api yang diberi minyak, menyambar cepat.

Untung ada beberapa yang mencoba berpikiran bijak. Ada akun seseorang yang mengajak followernya untuk berpikir sejenak. Twitter hanya menyediakan 140 karakter dan semua tau terkadang tidak mampu menyampaikan maksud dengan batas tersebut. Pemilik akun tersebut mengajak untuk menunggu Pak Menteri menyampaikan maksudnya dengan lebih lengkap.

Sorenya, datang jawaban di Detik.com Alasan di Balik Ultimatum Penghentian BlackBerry

Langsung ada respon dari @DanielTumiwa menanggapi 8 poin tersebut. Respon ini dirangkum oleh Avianto di webnya yang dapat dilihat disini.

Balas berbalas Twit terus berlangsung, tapi setidaknya masyarakat sudah mendapatkan informasi yang berimbang.

Saya jadi teringat minggu lalu bos saya terlambat meeting karena baru ada workshop dengan RIM. Beliau mengatakan tentang alotnya nego dengan RIM masalah pemblokiran konten porno ini, susah ngomong sama RIm padahal uang yang mereka dapat dari kita banyak sekali, masalah server yang nggak mau dipindah ke Indonesia, bagaimana tentang sudah ada kantor cabang RIM Indonesia tapi segala kebijakan harus tetap ke RIM Kanada, bagaimana RIM ga mau bayar pajak, dll dll…

Hal ini pula yang membuat saya akhirnya menulis di Twitter, yg sudah saya rangkum jadi paragraf berikut :

Masalahnya bukan pada konten pornonya, tapi pada arogansi RIMnya. User BB qta trmasuk yg terbesar di dunia, tp RIM ga mw nego. Revenue mereka gede bgt dri kita. Tapi kita minta blok konten aja ribetnya minta ampun. Mindahin server kesini aja gmw. Kantor RIM Indonesia cuma buat pajangan. Kebijakan apa2 tetap lapor ke Kanada. Kita ga dianggep! Padahal Arab (cmiiw) yg user BBnya dikit bisa bikin RIM naro server disana. Lha kita?? Kenapa ga bisa??

Saya rasa masalah BlackBerry ini bukan hanya terkait blokir konten porno saja. Tetapi sudah lebih mengarah kepada nasionalisme kita. Perusahaan asing bikin usaha disini, dapet revenue banyak dari negara ini, tapi masalah perundangan negara ini mereka ga mau nurut.

Saya sebagai orang telco mendukung Pak Tifatul bahwa kita harus tegas!

Lalu bagaimana solusi akhirnya bagi pengguna BlackBerry. Tenang saja, berikut saya kutip dari detik.com Kominfo: BlackBerry Diultimatum, Masyarakat Jangan Panik

Jika pada meeting terakhir tersebut RIM keukeuh tak mau melakukan sensor di layanan internet BlackBerry maka siap-siap saja, akses browsing di ponsel pintar tersebut ditutup. Namun fitur lainnya, macam BlackBerry Messenger dan email masih bisa digunakan pengguna.

“Namun jangan khawatir, pengguna bisa tetap browsing, tapi menggunakan GPRS yang menggunakan jalur operator,” imbuh Gatot.

Senang rasanya melihat betapa mudah bangsa ini bereaksi atas suatu masalah. Sedih ketika mereka cepat melupakannya. Lebih sedih lagi melihat banyak yang berkomentar sepihak saja tanpa cek dan ricek serta melihat dari sisi lainnya.

Bacaan terkait:

Bagaimana Cara Kerja Server RIM

Kominfo: Diskriminatif Jika Biarkan BlackBerry Lolos

Negara-negara Pengancam BlackBerry

BlackBerry Lolos dari Pemblokiran

Hari ini luar biasa.

Sore tadi seperti biasa saya membaca timeline Twitter saya. Terpaku pada satu twit dari J-TUG (Jakarta Twitter User Group) yang di retweet oleh @radityadika, isinya begini :

Telah Berpulang Ke Rahmatulloh Noor Atika Hasanah @tikuyuz hari ini,sekitar 15 menit yg lalu.Semoga amal Ibadahnya diterima disisi Allah SWT

Saya tak tahu siapa itu Noor Atika Hasanah. Apakah artis atau siapa. Lalu iseng saja saya membuka akunnya @tukuyuz. Ternyata tadi pagi (13 jam yang lalu saat tulisan ini dibuat) dia masih ngetwit:

Spent 1 night here, now waiting for the infection result (@ RS. PROF. DR. SULIANTI SAROSO) http://4sq.com/eLARLL

Penyebab kematiannya adalah flek paru (@chikastuff) :

jadi @tikuyuz meninggal karena ada flek dalam paru-paru. diagnosa dari dokternya karena terlalu sering menghirup asap rokok (perokok pasif)

Setelah browsing sana sini, akhirnya nemu berita tentang Tika di detik, bisa dilihat disini http://bit.ly/ef89zU

Merinding saya, bagaimana jika saya yang menjadi Tika. Baru tadi pagi, masih menulis status di akun Twitter, dan senja ini, tiba-tiba berpulang, sampai ajalnya.

Tercenung.

Bertanya pada diri saya sendri.

Apa saja yang sudah saya lakukan selama ini?

Sudahkah saya mendengar nurani saya?
Sudahkah saya membahagiakan orang tua saya?
Sudahkah saya memberikan yang terbaik bagi lingkungan saya?
Sudahkah saya menjalankan apa yang diperintahkan Tuhan saya?

Selama ini..
Saya masih ngotot, apa yang menurut saya benar adalah benar.
Saya masih keras kepala, mengira jalan yang saya pilih adalah yang terbaik.
Saya masih tenggelam dalam mimpi-mimpi saya, tanpa menyadari bahwa hidup di dunia begitu singkat dan saya harusnya sudah bangun sejak saya membuka mata di dunia.

STOP!

Saya harus berhenti berlari sejenak
Menarik nafas dalam-dalam
Melihat kebelakang

Adakah yang saya perbuat selama ini sudah benar?
Jika ada yang salah, mengapa harus tenggelam dan berlarut-larut dalam kesalahan yang sama?
Bagaimanapun istilah telanjur hanya bagi mereka yang malas dan gemar berputus asa.

Yang ada hanyalah pertanyaan, mengapa tak mampu memperbaiki diri?
Tak mampu.. atau tak mau?

Maka jangan pernah menyerah. Lakukan yang terbaik!

Selamat Tahun Baru 2011 teman-teman.
Ingat, hidup itu singkat.
Raihlah impianmu, karna hidup cuma sekali.
“Tapi jangan jadikan impian sebagai satu alasan untuk jauh dari Tuhanmu, dan menyakiti orang-orang di sekelilingmu.”

-sebuah refleksi 2010, menyambut tahun 2011-

Category: Just a Note  Tags: ,  4 Comments

Beberapa hari yang lalu saya membaca status teman saya di Facebook, isinya begini :

banyak kekhilafan dan kesalahan yg kita perbuat,namun kejahatan yg paling nista adalah kejahatan yg mengabaikan anak2 kita,melalaikan air mata hayat kita.
kita bisa tunda kebutuhan kita,kebutuhan anak kita tidak bisa ditunda.
pada saat ini tulang belulang sedang terbentuk,darahnya dibuat,dan susunan syarafnya tengah disusun.
kepadanya kita tak bisa berkata esok,namanya adalah kini…

Sejenak saya tercenung saat membacanya. Pikiran saya langsung menuju ke The Butterfly Effect, sebuah film yang dibintangi Aston Kuthcer pada tahun 2004 silam. Film ini menggambarkan teori chaos, terutama yang menyangkut cuaca, yang mengusulkan bahwa kepakan sayap kupu-kupu di Brasil dapat secara teoritis menyebabkan tornado di Texas beberapa bulan kemudian (wikipedia).

Bagaimana sebuah hal kecil dapat memberi dampak yang amat besar. Luar biasa. Apa yang kita lakukan hari ini, bisa saja memberi dampak negatif yang luar biasa kepada anak cucu kita nanti. Untuk memberikan mereka kehidupan yang lebih baik, mulai detik ini juga, kita harus mulai bersahabat dengan lingkungan. Menghemat kertas bisa menjadi salah satu cara.

Mengapa harus menghemat kertas? Berikut saya kutip dari salah satu web.

Untuk bersahabat dengan lingkungan, satu hal  yang perlu kita kurangi pemakaiannya yaitu kertas. Produksi kertas membutuhkan banyak energi, air, dan pohon. Menghemat penggunaan kertas berarti juga menghemat air. Ternyata untuk membuat selembar kertas fotokopi, setidaknya dibutuhkan air sebanyak 400 ml (setara dengan 2 gelas). Padahal air saat ini merupakan komoditi yang termasuk langka dan harus dihemat sebisa mungkin. Tapi tidak hanya itu saja, menghemat pemakaian kertas berarti juga ikut menyelamatkan hutan-hutan di bumi ini yang semakin habis digunduli. Ini karena bahan baku kertas yang utama mencapai 95 persen adalah kayu.

Jadi, semakin boros kertas yang kamu pakai, maka kamu telah berperan serta dalam pemborosan air dan penebangan pohon. Well, sudah berapa pohon yang kamu tebang hari ini?

Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana teknologi dapat membantu mengurangi penggunaan kertas tersebut?

Berikut adalah pengalaman pribadi saya.

Sebelum wisuda bulan Mei kemarin, proses yang harus saya lalui tentu adalah membuat skripsi. Saya amati saat seorang mahasiswa mengerjakan skripsi, setidaknya ia akan menghabiskan minimal 1 rim kertas, mulai dari saat bimbingan, penelitian, sampai pencetakan skripsi tersebut. Coba hitung ada berapa mahasiswa di satu universitas. Di kampus saya, setiap satu periode wisuda setidaknya ada sekitar 1500 wisudawan. Satu tahun ada 4 periode. Jadi ada sekitar 6000 mahasiswa. Jika rata-rata 1 mahasiswa menghabiskan 1 rim, berarti minimal ada 6000 rim kertas yang sudah dipakai. ITU, baru satu universitas saja kawan.

Mari melihat dari sisi global, selain universitas ada sekolah dan kantor yang menjadi konsumen terbanyak penggunaan kertas. Saya tidak dapat membayangkan besarnya angka yang akan keluar. Itu baru kertas saja, belum produk pohon/kayu lainnya. Sudah, jangan dibayangkan :)

Kembali ke skripsi. Beruntung sekali saat itu saya mendapatkan dosen yang peduli dengan hal-hal yang berbau paperless. Saat bimbingan, hampir tidak pernah saya datang dengan membawa bab per bab skripsi saya untuk diperiksa. Kami memanfaatkan pengelolaan dokumen secara online. Pada awalnya kami menggunakan sistem manual, dimana mahasiswa mengirimkan file skripsi melalui email, lalu dosen akan mengeceknya melalui software editor dokumen. Jika ada revisi, dosen saya menggunakan fitur Track Changes untuk membuat revisi dan komentar. Setelah dokumen selesai diperiksa, dosen akan mengirimkan kembali ke saya dan saya tinggal membuat perubahan sampai benar. Sampai akhirnya dosen saya menggunakan software khusus yang menunjang bimbingan skripsi. Dan setelah semua bab selesai dan sudah oke, baru skripsi tersebut saya print. Saya menghabiskan tidak sampai 1 rim kertas. :)

Kecil ya? Sederhana ya? Sepertinya tidak penting dan terlewat begitu saja. Tapi coba bayangkan jika ada banyak dosen dan mahasiswa yang tidak gagap teknologi, yang mau memanfaatkan teknologi untuk mempermudah kerja mereka. Coba bayangkan berapa banyak energi yang bisa dihemat?

Bukan hanya penghematan pada penggunaan kertas. Dengan bimbingan secara online, mahasiswa hanya perlu sesekali datang ke kampus, tidak perlu menunggu dosen lama-lama. Sudah berapa banyak lagi ongkos dan energi yang bisa dihemat. Konsultasi pun sebenarnya bisa dilakukan melalui media Internet. Selama keduanya terkoneksi dengan Internet, dosen bisa memberi referensi dengan mengirimkan link dll. Jadwal tatap muka juga bisa lebih dijarangkan, dan diantara jadwal tersebut, mahasiswa masih tetap bisa dipantau secara online.

Beruntung saya mengambil jurusan IT, saya jadi sedikit lebih aware teknologi dibanding teman-teman non IT. Hidup saya tak lepas dari komputer dan Internet. Apa-apa cari di search engine. Semua data kalau bisa berbentuk file digital. Saya membayangkan seandainya saja banyak dosen dan mahasiswa lain yang tergerak hatinya. Terlepas dari sikap beberapa orang yang sulit menerima perubahan, saya rasa mereka yang mau menggunakan teknologi akan menyadari bahwa sebenarnya teknologi dapat mempermudah hidup mereka.

Change one thing, Change everything.*
Ubah satu hal, ubah semuanya.

*quote dari film Butterfly Effect

Andaikata hidup ini tak ada batasnya atau bisa dibilang seperti dalam cerita-cerita dongeng dimana ada tokoh yang memiliki kekuatan untuk hidup abadi, tak mati-mati, menurut Anda, apakah ia akan bahagia? Apakah ia tak kan jenuh, dan ujung-ujungnya malah berharap ingin mati saja?

Bahkan bunga mawar pun tau, keindahannya akan tetap terjaga, jika saat berbunga ia diputuskan dari pohonnya. Semakin sering cabangnya dipotong, semakin sering pula pohon mawar tersebut berbunga.

Atau apakah Anda ingat mengapa masa-masa sekolah terasa begitu indah. Ya! Karena ada batasnya. Misalnya saja saat SMA, kita tahu kita hanya akan bersekolah selama 3 tahun. Kita tahu, saat naik kelas kita akan berpisah dengan teman-teman yang sekarang dan akan mendapatkan teman-teman baru. Oleh karena itu, kita sangat menikmati masa-masa tersebut. Oleh karenanya ia menjadi indah.

Bagaimana dengan orang yang tiba-tiba mendapati bahwa dirinya memiliki penyakit kronis dan usianya tak lama lagi? Tentu ia akan melakukan yang terbaik yang ia mampu sebelum ajal menjemput kan? Banyak kisah inspiratif yang membuktikan hal ini.

Kawan,
Hidup, menjadi lebih indah, lebih spesial
karena kita tahu kita tak akan hidup selamanya…

Category: Just a Note  Tags: , ,  Leave a Comment

ENTAH karena penambahan variasi menu saja ataukah ada kaitannya dengan meletusnya gunung Merapi kemarin senja (26/10),  hari ini menu makan siang di kantor adalah gudeg.

Sejujurnya saya tidak begitu menyukai makanan ini, biasa saja, bukan masuk daftar menu favorit. Tapi hari ini gudeg yang saya makan terasa begitu enak. Mungkin karena terhidang hangat. Tapi sayangnya, enak di lidah, tapi di hati sedih rasanya. Sepagian saya membuka portal berita di Internet, dan semuanya mengabarkan tentang erupsi Merapi dan Mbah Maridjan yang dikabarkan meninggal dunia. Sedih.

Yogyakarta bagi saya adalah rumah ketiga setelah Palembang dan Medan jika dalam arti fisik -house dalam bahasa Inggris-. Namun Jogja juga adalah rumah -home- kedua, mengingat Jogja adalah kota kedua yang paling lama saya tinggali selama hidup saya setelah Palembang. Berita-berita yang saya ikuti memang masih simpang siur, terakhir dikabarkan sudah dilakukan tes DNA. Tapi banyak pula yang meyakini bahwa salah satu jasad yang ditemukan adalah jasad Mbah Maridjan, melihat dari ciri fisik dan pakaian yang dikenakannya. Foto jasad yang diduga adalah jasad Mbah Maridjan yang sedang dalam posisi sujud pun beredar.

Terlepas benar atau salah berita tersebut, waktu juga yang akan menjawabnya. Jikapun kabar tersebut benar adanya, Mbah Maridjan tidak akan pernah mati di hati setiap orang yang mengenalnya. Keluhuran budi, komitmen, kesetiaan, dan kesederhanaanya akan menjadi kenangan bahkan bagi orang seperti saya yang tidak mengenal beliau secara pribadi sama sekali. Kecintaannya pada pekerjaannya patut ditiru oleh orang-jaman-sekarang yang sering mengeluhkan pekerjaan mereka. Padahal sebagai abdi dalem Kraton, penghasilan Mbah Maridjan tentu tidak seberapa.

Saya pernah membaca, salah satu alasan beliau tidak mau ‘turun’ adalah agar masyarakat tidak panik. Kalau juru kuncinya saja sudah turun gunung, bagaimana reaksi masyakarat sekitarnya. Alasan lain, tentu saja, karena komitmen pribadi mbah Maridjan sendiri untuk tidak akan meninggalkan Merapi apapun yang terjadi. Jika memang timbul korban karena keputusannya untuk tidak ‘turun’ ini, semua tidak lain karena ajal yang memanggil.

Wasior banjir. Mentawai tsunami. Jakarta dengan hujan-banjir-macetnya. Merapi meletus. Sungguh, Tuhan masih sayang pada kita. Kita diingatkan terus menerus. Manusiawi, mudah sekali tergoda, lupa lagi, dan Tuhan masih juga mengingatkan. Bagaimana jika Tuhan sudah tak peduli lagi? Nauudzubillah…

Mbah Maridjan dan Merapi, bersanding abadi. Ada cinta dan pengabdian disana yang semoga dapat di contoh oleh pemimpin negara ini untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa. Jauh didalam hati, kami -rakyat Indonesia- sangat mencintai negeri ini. Kalaupun kami tumbuh dan terlahir menjadi bangsa yang permisif, yang menurut saja dengan apapun ‘kebijakan’ pemerintah, yang ‘nrimo’ dengan apapun ketidakadilan yang menimpa, tetap saja rasa cinta itu selalu ada. Bersemayam dalam benak. Berharap dan berdoa yang terbaik. Karena berdoalah yang paling mampu kami lakukan.

Waktu akan berlalu. Masa akan berganti. Merapi, tetap akan berdiri gagah. Bergandengan dengan Merbabu yang selalu setia disampingnya. Merapi yang fluktuatif dan aktif, diredam oleh Merbabu yang tenang dan pendiam. Seharusnya begitulah hidup, seiiring sejalan, harmonis, dan saling melengkapi.

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja-puja bangsa

Disana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan Bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata

Jakarta, 27 Oktober 2010. Rindu Jogja.

Foto di Pasar Burbah, Merapi. Sekitar Mei 2009.

Foto di Pasar Burbah, Merapi. Sekitar Mei 2009.

Aaaah,,hari ini indah sekali…

Mungkin karena mendung?
Kenapa karena mendung? Karena saya suka hujan,,,jadi aroma2 mau hujan aja udah bikin hari menjadi indah :)

Pagi-pagi datang telat ke kantor, gara2nya ga tahan pengen nonton T-Drama judulnya Mars, yang eksis saat jamannya Meteor Garden. Yang artinya itu udah 10 tahunan yang lalu dan gw baru nonton sekarang. *kemane aje neng?*ckckck

Udah tau bakal telat tapi masih pake nonton, kenapa coba?? Karena yang maen Abang Vic Zhou, dan disitu dia ganteeeeeeeng bgt,, imuuuuuut bgt, lucuuuuuu bgt… :-*  Sumpah, ga kuku ngeliatnya di film itu. Karakternya juga keren gitu, tipe saya banget! Jago kebut2an, dari keluarga broken, tapi baik hati, gagah dan tampan… *lumer dah…  Noh, catet ya, tipe pria idaman saya :p

Tapi telatnya bukan karena itu sih,, jiwa petualang saya nih yang emang sering bikin hari jadi lebih menarik. Dimulai dari keluar kos rasanya udah seneeeng aja (efek imutnya Vic Zhou), trus jarang2 pake denger mp3, nah selama di metromini 640 tercinta bawaannya masih senyum2 aja (*gokil dah)… Trus tiba2 jadi males turun di tempat biasa (Patra), pengen turun di per4an rasuna aja.. eeeeh,,,ternyata si metromini tercinta lewat flyover, dan dengan anggunnya dia melewatkan per4an rasuna dimana saya mau turun tadi. Tapi ya, bukan saya kalo kejadian nyasar aka kelewatan bikin saya panik. Saya sih senang2 aja,hehe… Kan tinggal turun, nyebrang, naek bis lagi, balik arah.  Agak-agak macet dikit, biasaa… Ujug-ujug nyampe kantor jam 8.15 dan sarapan sudah habisss….*ya sudahlah..

Dah seneng aja sih, itu artinya bakal makan diluar dan…jadinya jalan-jalan,,hehe… Nyampe kantor idupin kompie, cek imel (cuma ada imel dari anak milis), trus googling nyari jalur angkot,,ehh merambat nemu blog ini. Ceritanya lucu2,haha.. Baca deh, seger2 gitu, bahasanya juga asyik… Karna keasyikan tiba2 udah jam 11 aj…, dan jadinya lupa sarapan,haha

[ups, pause dulu nulisnya] sambil nulis blog ini, sambil googling, kaskusan (SMA saya ada threadnya di kaskus gan!hehe asyik2), tak lupa sesekali lirik kanan kiri belakang,, takut keasyikan,hehe

Siang ini? Hmmm ada temen seangkatan dari card prod yang mau mampir,, asyiiiiik,,, siang ini akan menyenangkan…

Sore nanti? Hmmm, mungkin akan menyelesaikan yang perlu diselesaikan ;)

Malam nanti? Pengen ke Plaza Semanggi, ke Sour Sally, dapet kupon gratis, kan sayang kalo ga dipake.

Besok dan lusa? Pengen jalan jalaaaan,,,,, belum tau kemana, tapi pengennya kemanaaa gitu… Biasanya sabtu-minggu sih ke tempat sodara, ganti2 aja tiap minggu. Seringnya jadi Nanny, ngasuh keponakanku, si Reyzhan,  yang lucuu dan ganteng serta ngangenin… (Aunty miss you Eyzan,,muach2)

Well,,, met wiken aja semua!

Pria tampan a.k.a cowok imut memang membuat hari menjadi lebih indah (lho?!) hehe…


*Draft ini baru saja saya temukan di balik file-file yang tidak tersusun rapi. Tersimpan dan terlupakan. Semoga isinya bisa memberi inspirasi.

Malam ini malam ke 29 Ramadhan, tapi di masjid tempat biasa tarawih -Alhamdulillah- sudah khatam Al-Quran.

Menjelang berakhirnya witir, Imam kami tak kuasa menahan tangisnya. Sebuah kemenangan telah diraih, berhasil menamatkan 30 juz selama Ramadhan kali ini.
Saya, yang imannya tipis ini, yang tarawihnya masih bolong-bolong, yang itikafnya nol, yang bangun sahurnya cuma untuk makan, dll dll, ternyata dapat ikut terharu. Dalam hati saya bertanya, bagaimana dengan mereka yang iman dan cintanya tebal dan hanya untuk Allah swt?
Satu penyesalan menyesak di benak saya, kenapa saya tak pandai bahasa Arab? Kenapa saya tak berusaha lebih keras untuk mempelajari bahasa Al Quran ini.

Bunda, bagaimana Bunda akan mengajarkan anak-anak Bunda kelak, untuk mencintai Allah dan Rasulnya, sementara Bunda tidak memahami arti dan maksud dari tulisan kalam Ilahi?? Al-Quran itu langsung dari Allah swt. Allah berbicara kepada kita, makhluknya, ya melalui Al-Quran. Bagaimana Bunda mau memahami apa maksud Allah kalau Bunda tak paham apa yang Allah coba katakan???

Dulu tahun 2007 pernah berniat untuk belajar bahasa Arab, ternyata waktu terbang, melesat, dan sekarang sudah 2010.

Kapan lagi Bunda akan memulai kalau tidak sekarang?

Bismillahirrahmanirrahim…