Archive for the Category »Tips «

Iseng-iseng googling, nemu cara ngecek billing PLN dan Telkom nih… lumayanlah, sangat membantu.

TAGIHAN PLN

http://202.162.217.251/info_billing/index.php

Dari satu sumber, katanya untuk Jateng-DIY dan DKI punya web sendiri. Tapi saya pake link yang diatas untuk ngecek billing Jogja bisa-bisa aja tuh.

FYI aja,
Untuk JatengDIY :
http://www.plnjateng.co.id/
Untuk DKI :
http://www.plnjaya.co.id/Rekening_anda.asp?idM=4&idsM=1

TAGIHAN TELKOM

http://infobill.telkom.co.id/

Belum saya coba, karena belum tau Nomor Pelanggan (email saya belum dibalas).

Semoga link-link diatas bermanfaat :)

Sumber :

http://tongkonanku.blogspot.com/2010/03/cara-mengecek-tagihan-listrik-secara.html
http://www.pmtechweb.com/images/billing.png

Category: Tips  Tags: , , , ,  Leave a Comment

suitcase, move move,,,

Dari kecil hingga sekarang, saya banyak mengalami menerima tamu yang numpang tinggal di rumah, mulai dari 1 hari, 2 hari, 1 minggu, sampai ada yang benar-benar ikut tinggal sampai bertahun-tahun.

Diam-diam saya menilai dan dari apa yang saya lihat, saya menemukan banyak sekali orang yang belum memiliki empati dan tahu tata krama saat tinggal lama bersama orang lain. Padahal empati adalah modal terbesar dalam membina hubungan horizontal sebagai sesama manusia. Masih banyak sekali orang yang tidak membina hatinya untuk dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain. Yang paling menyakitkan, banyak yang menganggap numpang di rumah orang itu seperti menginap di hotel.

Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat kita ‘numpang’ tinggal di tempat orang lain.

  1. Punya empati dan tahu diri. Ini kuncinya. Sebaik-baik apapun tuan rumah padamu, tetaplah tahu diri. Meskipun merasa sudah bawa oleh-oleh yang banyak, toh tetap saja kita itu numpang, kita bukan menginap di hotel dimana semua jasa kita bayar. Berpikirlah dua kali lebih jauh. Pikirkanlah bagaimana perasaan tuan rumah, apa yang membuat mereka senang. Dan tahu dirilah. “So toughtful“, sering kita dengar kata itu ketika melihat sebuah film berbahasa Inggris dimana ada seseorang yang sangat pengertian dan tahu bagaimana cara memperlakukan orang lain. Mulailah dengan peduli (dengan perasaan orang), lalu bersimpatilah,  artinya kita memandang orang lain dua kali lebih dalam dari sekedar peduli, pahamilah perasaannya. Lalu ketiga empatilah, tempatkan diri Anda pada posisi orang lain, dimana dalam hal ini adalah Sang Tuan Rumah.
  2. Tamu adalah raja. Terkadang kita sering salah kaprah dengan hal ini. Mungkin tuan rumah sering bermanis-manis kata dengan mengatakan “anggap saja rumah sendiri, silakan makan sepuasnya, tidur yang nyenyak, kalo ada apa-apa bilang om atau tante yah…”. Tapi dalam hati siapa tau. Boleh saja mereka melakukan itu karena mereka menghormati kita atau orang tua kita (sebagai contoh ketika menginap di rumah saudara), tapi tidak sepatutnya kita menerima dengan senang hati diperlakukan seperti itu terus menerus. Hari pertama, tamu adalah raja. Gunakan kesempatan menjadi raja ini dengan mengobservasi kebiasaan di rumah yang kita  tumpangi. Jam berapa mereka bangun, siapa yang mengerjakan tugas rumah (memasak, bersih2), pelajari dimana tempat mencuci, dapur, tempat menyimpan alat-alat rumah tangga. Pelajari polanya. Mulai hari berikutnya, cari hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu mereka.
  3. Mulai dari diri sendiri. Ada orang yang merasa cukup dengan bantu-bantu masak, bersih-bersih atau membelikan makanan/barang untuk tuan rumah. Tapi apa yang paling penting? Mulailah dari diri sendiri, mentang-mentang tamu jangan sampai bangun kesiangan saat semua anggota keluarga sudah bangun dan beraktivitas. Rajin mandi dan membersihkan diri. Penampilan yang buruk, tidak mandi hanya akan membuat orang lain tidak nyaman. Mulai juga dari kamar dimana Anda menginap. Lihat bagaimana Anda menata kamar tersebut, apa sudah rapi, apakah baju kotor ditaruh pada tempat yang layak, apakah sprei dirapikan, apakah lantai sudah disapu. Ingat, Anda menumpang tinggal, hargailah rumah dan pemiliknya tempat Anda bisa berlindung dari panas dan hujan tersebut.
  4. Bawakan sesuatu. Sekali lagi, be toughtful! Selama tinggal disana, tentu Anda akan mengenal kesukaan sang pemilik rumah. Atau Anda bisa membelikan hal-hal yang paling mendasar, seperti bahan makanan pokok, atau bahan kebersihan pokok. Bantulah semampu Anda, tidak perlu berlebihan.
  5. Kembalikan seperti semula. Saat Anda akan meninggalkan rumah, kembalikan semua seperti semula. Jangan membawa barang yang bukan milik Anda, kecuali jika diberi. Rapikan tempat tidur, bantal, sprei, meja, semuanya. Tinggalkan dalam keadaan bersih. Saya jadi ingat saat Ibu saya menginap di rumah saya 2 tahun yang lalu. Saat akan pulang, kira-kira satu jam sebelum bersiap ke bandara, apa yang Ibu saya lakukan? Beliau menyapu, ngepel, membersihkan kamar dan seluruh rumah. Sungguhpun, walau itu rumah anaknya sendiri (yang notabene adalah rumah dia juga), beliau tetap meninggalkannya dalam keadaan bersih. Padahal saya sendiri bisa melakukan hal tersebut. Berbeda sekali dengan beberapa orang yang pernah menginap di rumah, pergi begitu saja, cuma pamit, kamar ditinggal dalam keadaan berantakan.

Kemanapun Anda melangkah, selalulah tinggalkan kesan yang baik :)

Uhuuuy, judulnya keren *yummy*

Berawal dari ada temen yang bilang dia mau (ato udah ya) nyoba detox dengan buah, trus saya jadi pengen. Setelah sekian lama terlupakan, akhirnya baca twitnya Sherina yang isinya dia lagi melaksanakan program detox. Tiba-tiba inget lagi dan tanpa basa basi langsung googling aja nyari2…

Dapetlah artikel berjudul Detoksifikasi Tubuh dengan Diet Buah

Day 1

Dikarenakan kepikiran mau detox itu udah malem, trus jam 11an gitu googlingnya, maka ga mungkin males banget nyari ‘minuman berprotein’ jam segitu. Jadinya pagi jam 9.30 nyari ke Superindo terdekat, nihil. Ke Mirota Kaliurang, adanya yang mahal :( , akhirnya dapet di Mirota Kampus, berkat rekomendasi dari temen, namanya SBP Soya Jaya Sentosa, ukuran 250gr, lumayanlah ga nyampe 15rb harganya.

Selain itu beli buah juga, pepaya, apel, pir, semangka, pisang,,, sama nyiapin bahan salad, selada+jagung manis+wortel. Tadinya pengen letucce, tapi kurang fresh,, belum jadi beli.

ok, terhitung mulai jam 11, minum 1 gelas susu kedelai setiap 2 jam sampe kira2 jam 7 lah ya,, soalnya jadwalnya mundur nih. Laper?? ga juga, karna terbiasa ga makan ,hehe… Lagian dengan jadwal minum susu kedelai 2 jam sekali jadinya ga sempet laper.

Untuk malem, karna males bikin salad, akhirnya makan pisang ajah :D

Day 2

Hari pepaya! Yak, dietnya jadi diet pepaya,haha.. Gara-gara males ga mau bikin salad buah. Tadinya sih niat mau ngupas pepaya aja, buat campuran salad,eeeh…, malah jadi seharian makan pepaya. Makannya juga ga kudu 2 jam sekali, kapan laper aja :p

Day 3

Hari ketiga adalah hari mix, apel, pisang, semangka, lagi2 dengan jadwal yang ga tentu, hampir 2 jam sekali ato pas merasa lapar…

Hasilnya???hmm… rasanya badan agak seger sih, trus muka jadi lebih bersinar (ya iyaaalah, secara yang dimakan vitamin,hehe) Pastinya sih badan terasa agak ringan, kurusan dikiiiiiiiit, dan ngerasa tambah cantik aja,hahaha.. *kalo ini mah sugesti pribadi*

Jadi pengen nyoba lagi, kalo bisa secara periodik. Secara ga langsung juga jadi menumbuhkan kebiasaan makan buah, sayur dan susu kedelai. Sekarang jadi teratur minum susu kedelai tiap pagi.

Mau coba??? ;)

Sesuai tanggal yang ditentukan, yaitu hari ini 12 Sept 09, saya dateng lagi ke Kantor Imigrasi.

Sampe sana langsung nyerahin Tanda Terima Permohonan ke loket penerimaan berkas yang kemarin. Sama petugas disuruh tunggu dipanggil untuk bayar.

Ga lama, sambil denger mp3 juga sih, nama saya dipanggil. Bayarnya 275rb. Abis itu nunggu lagi buat foto. Ga terlalu lama, trus foto, cap semua jari tangan kanan dan kiri.
Dapet tanda bukti pembayaran yang digunakan untuk pengambilan paspor nantinya.

Setelah itu nunggu lagi untuk wawancara. Ini yang agak lama, soalnya orang yang gilirannya sebelum saya lamaaa banget di wawancaranya.
Padahal saya sendiri paling lama cuma 10 menit. Ditanya mau kemana, saya jawab aja mau ke Bangkok (teringat itu yang paling masuk akal. Kalo ditanya-tanya lagi kan tinggal bilang “kan murah Bu, pake Air Asia”) :D
Abis itu disuruh cek datanya udah bener apa belum, n tanda tangan 3x. Surat keterangan dari kampusnya diminta. Trus disuruh tanya ke loket 9 kapan paspornya bisa diambil. Udah.

Kata petugasnya bisa diambil hari senin. Ya mungkin karena besok hari Jumat, jadinya mepet. Padahal ada temen yang besoknya udah bisa diambil.

Ada juga temen yang mengalami kesulitan saat wawancara. Mungkin saya mudah banget karena udah pengalaman. Katanya sih kalo emang pernah ke luar negeri sebelumnya, proses pembuatan paspor baru ga akan sulit.

Sekarang biayanya:
Formulir 7000
Paspor 270000
Cover Paspor 5000

Total Jendral 282.000
——————————————————————————————————————————————-
**UPDATE 17 Nov 2009**
Kemaren saya ngambil paspor. Uuuurg, sumpah, muka bapaknya ga enak bgt, cemberut ajah,,, *sudah curiga aja bawaannya*. Pertama ngasih slip bukti pembayaran, trus disuruh tunggu karna Si Bapak mau ambil berkasnya. Paspor dikasih, disuruh fotokopi satu lembar di bawah, sama ditanyain “paspor lama mau dibawa juga ga, ganti biaya materai 7rb ya?, saat itu masih kepikiran ga usah ambil aja, buat apa coba.

Trus ke bawah, fotocopi (mahal boooo, rangkap dua aja bayarnya 1000). Kepikiran, ah, paspor lama ambil aja deh, biar keren gitu, kan ada cap2 visanya. Pas diatas, saya bilang sama Si Bapak,
“Pak, paspor lama saya bawa aja deh”
wew. langsung sumringah muka si Bapak.
Saya pun memberikan uang 10rb.
“Wah, ga ada kembalian Mbak”
Dalam hati sebenernya ga mau suudzon, tapi mau gimana lagi. Mana ga ada uang pas, akhirnya relain aja dah tuh 10rb.

Ada beberapa catatan disini:

  1. Masih sedikit kepikiran, sebenernya biaya ganti materai yang 7rb itu emang bener2 ada ga sih?
  2. Si Bapak bilang, paspor lama itu nanti akan berguna untuk pengurusan visa, jadi emang lebih baik kita yang pegang.
  3. Jangan lupa tanyakan COVER! Kita udah bayar biaya cover yang 5rb itu kok. Kemaren si Bapak kudu ditanyain dulu mana covernya, baru deh dikasih.

Uhuuuyyy, sepertinya tahun 2009 ini tahunnya mengurus surat-menyurat … Sekarang tiba gilirannya membuat paspor.

Syaratnya gampang, siapkan berkas berikut ASLI dan FOTOKOPI (1 lembar)

  1. KTP
  2. KK (Kartu Keluarga)
  3. Akte Lahir
  4. Ijasah
  5. Surat Nikah (bila ada)
  6. Kalau di KTP tertulis Karyawan, minta surat sponsor, kalau sudah di PHK minta surat pernyataan tidak bekerja. Kalo masih mahasiswa kayak saya, minta surat pengantar dari kampus masing-masing
  7. Paspor lama di bawa untuk ditukar dengan yang baru

Khusus poin 6, saya minta di TU kampus, dengan menyertakan surat permohonan untuk pembuatan surat keterangan untuk keperluan pembuatan paspor dan dilampiri KTM

No 7 adalah poin penting,, saya sempat kehilangan paspor lama, sampe harus bolak-balik rumah-Kantor Imigrasi. Untung akhirnya ketemu, kalo engga ya harus bikin Surat Keterangan Kehilangan di Kantor Polisi. Males bgt kan…

Lalu alurnya, begitu sampai kantor Imigrasi, beli formulir paspor 48 hal (kalo ga salah yang 24 hal itu untuk TKI),, harganya 7000 rupiah saja.

Isi formulir, dan sertakan dokumen diatas, asli dan fotokopinya. Serahkan ke loket penerimaan formulir.

Tunggu sebentar, nanti nama Anda akan dipanggil petugas. Kalo syarat-syaratnya sudah oke semua, petugas akan memberikan Tanda Terima Permohonan, disitu ada tanggal dan jam kapan Anda harus datang lagi ke Kantor Imigrasi. Kalo Bun disuruh datang 3 hari kemudian, dengan membawa surat keterangan dari kampus (soalnya dari awal belum tau kalo harus bawa surat tersebut, jadi boleh disusulkan).

Kata petugasnya sih, 3 hari lagi itu untuk bayar (270rb), foto dan wawancara.

Category: Tips  Tags: , , , ,  9 Comments

Mulai November ini, karyawan Kantor Pusat UGM diwajibkan menerima gaji melalui Bank BPD DIY. Berhubung Bunda kemaren statusnya menggantikan teman, jadi di SKnya yang tertulis bukan nama Bunda. Dengan demikian Bunda ga bisa membuat rekening di BPD secara kolektif dari kantor.

Solusinya adalah membuat rekening pribadi dulu, trus dengan surat kuasa baru penerimaan gaji dimasukkan ke rekening Bunda.

Jadilah hari ini Bun menuju kantor Bank BPD DIY yang terletak di deket samsat DIY (nama daerahnya apa sih??lupa,hehe). Kesan pertama,, hmmm, luas, adem, dan kursi tunggunya itu lho, sofa, empuuukkk bgt ^^

Ga lama nunggu, Bun langsung dilayani oleh CS-nya, dan jadi deeh, punya rekening di BPD.

Plusnya :

  1. Potongan tabungan Simpeda cuma 3000/bulan, udah sama butab (buku tabungan) dan ATM, bandingkan dengan Mandiri yang mencapai 8000-an
  2. InsyaAllah dana dibawah 2M masih dijamin LPS(Lembaga Penjamin Simpanan)
  3. ATM Bersama, dan sudah ada jaringan BPD Net Online, jadi bisa setor dari bank BPD lain
  4. Karyawatinya berbatik dan berkebaya,wew… Dan berbahasa Jawa di kantor (haloooo, emang ini kampungnya orang Jawa geto,haha) Enggak2, hanya saja, jadi berasa banget kalo lagi di Jogja
  5. Ada snack dan minuman (teh, kopi),, nah, ini yang asyik banget! enak2 lagi :D

Minusnya :

Pas lagi ngelayanin Bun, CS-nya sambil ngobrol gitu ma temennya. Trus pas Bun lagi ngejelasin, mimik muka mbaknya langsung menampakkan raut “lo-ngomong-apa-gw-ga-ngerti”. Ga prof banget deh pokoknya. Beda banget sama CS-nya bank Mandiri, yah mungkin dia belum paham SOP-nya kali,wakaka…

Category: Tips  Tags: , , , , , ,  6 Comments

Dalam rangka mengurusi mutasi motor ke wilayah Sleman, salah satu syaratnya adalah memiliki KTP/KIPEM wilayah tujuan. Berhubung bikin KTP bakal ribet karena perlu KK segala, akhirnya Bun memilih untuk bikin KIPEM aja,,,

nah, Bun mau bagi-bagi pengalaman saat ngurus KIPEM di wilayah Depok, Sleman.

Begitu mau mengurus surat-surat, yang ada di pikiran kita pasti yang pertama : birokrasi, bertele-tele, lama. Dan yang kedua : pake duit!
Awalnya Bun juga mikir gitu dan sempat mau minta tolong satpam perumahan aja. Tapi akhirnya berubah pikiran dan pengen ngurus sendiri aja.

Jadilah akhirnya Bun meluangkan waktu di hari sabtu, start jam 8. Jangan lupa, semuanya diawali dengan niat yang baik ya, Bismillah, jangan langsung sebel duluan dan berpikir bakal dipersulit dll.. Semua yang sebel-sebel itu kamu denger dari pengalaman orang, jangan sebel dulu sebelum mencoba sendiri.

  1. Pertama, kita butuh surat pengantar dari RT. Dari tetangga tau kalo rumah RT di kampung belakang. Ok, meluncuuur… Ketemu Pak RT, ngobrol-ngobrol dikit,, ngisi formulir.. dan jangan lupa masukin duit ke kotak amal sumbangan,, 5000 rupiah
  2. Abis itu menuju ke rumah RW, minta tanda tangan Pak RW, kotak amal sumbangan lagi, 5000 juga
  3. Setelah RW ke rumah Pak Dukuh,, digedor-gedor ga ada yang bukain,, ternyata Pak Dukuhnya lagi nyuci :D Akhirnya pintu dibuka dan terciumlah harum semerbak Pak Dukuh lengkap dengan batiknya,, ngisi formulir lagi, dan dapet tanda tangan,, kali ini nyumbang 1000 aja deh :D
  4. Setelah semuanya lengkap, menuju Kantor Kelurahan. Mungkin karena hari sabtu, jadinya sepi, hanya ada satu orang yang ngantri (asyiiiik,,,^^). Masukkan surat di keranjang, surat di proses, ambil pengantar ke Camat,, bayar 5000 lagi
  5. Terakhir, Kantor Camat Depok yang baru,, yang deket perempatan Gejayan itu lho,,, lumayan rame,,, masukin berkas, bayar 2000 rupiah saja, dan disuruh ngambil KIPEM sesuai tanggal yang tertera
  6. sekitar 2 sampai 3 hari kemudian, tinggal ambil KIPEMnya. Jadi deeeeh,,,silakan dinikmati :D

Ohya, jangan lupa siapin fotokopi KTP dan foto (hitam putih), lupa tepatnya berapa, tapi siapin aja 3,,kalo ga salah fotokopi KTP diminta pas di dukuh, dan foto pas di kecamatan

Total Jendral :
5000 + 5000 + 1000 + 5000 + 2000 = 18000

Alhamdulillah, dengan hati yang bersih, niat yang tulus pengen ngurus sendiri, makan waktu 2 jam saja dengan modal 18rb (mestinya sih cuma 7rb *5rb di kelurahan sama 2rb di camat*), dan bisa kenal sama Pak RT dll…, akhirnya KIPEM Bunda jadi juga.

Category: Tips  Tags: , , , ,  Leave a Comment

Anda selalu dipusingkan masalah keuangan? Dalam hal ini Anda merasa tidak bisa mengatur pemasukan dan pengeluaran Anda dengan baik dan Anda ingin terbebas dari kondisi tersebut?

Saya bukan ahli keuangan, semua yang akan saya tulis disini berdasarkan apa yang pernah baca dan saya alami.

Langkah pertama,
Jika Anda sudah benar-benar yakin untuk keluar dari masalah keuangan Anda, maka langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mencatat. Yak, mencatat! Lebih tepatnya mendata kondisi keuangan Anda saat ini.

Lalu, apa saja yang perlu Anda catat?
Bagian 1, pengeluaran:
1. Hutang-hutang
2. Tagihan-tagihan yang harus segera dilunasi
Catat berapa jumlahnya, dan prioritaskan mana yang paling dulu harus dilunasi

Bagian 2, pemasukan:
1. Piutang, bila ada
2. Pemasukan pasti per bulan (gaji)
3. Pemasukan tidak pasti

Sekarang Anda sudah mengetahui kondisi keuangan Anda.

Langkah kedua,
Bayar semua hutang Anda dan jangan menunggak tagihan. Jika Anda tidak bisa melunasinya dengan cash, maka cicillah. Apabila memang diperlukan beberapa bulan untuk melunasinya, maka biarkan selama beberapa bulan itu hidup Anda ‘irit cenderung pelit’ untuk sementara. Contoh, Anda punya gaji 1jt/bulan. Sisakan 100rb untuk ditabung, 700rb untuk hidup sehari-hari, dan sisanya untuk melunasi hutang-hutang Anda. Jika memang terpaksa, porsi untuk membayar hutang diperbanyak dulu untuk sementara.

Langkah ketiga,
Seharusnya Anda merasa sangat senang jika masuk tahap ini. Kenapa? Karena sekarang beban hutang Anda sudah lepas. Yakinlah, mulai sekarang Anda akan bisa merencanakan keuangan Anda dengan lebih baik. Mulai tahap ini Anda bisa membagi gaji Anda per bulan. Saya kurang tahu ilmu ekonominya, tapi kalau saya pribadi yang pertama saya lakukan ketika menerima gaji adalah:
1. Menyisihkan untuk tagihan bulanan, listrik, telepon, dan iuran perumahan. Uang ini tidak bisa diganggu gugat, dan langsung dibayarkan.
2. Sisanya dibagi 3, porsi terbesar dari sisa, sekitar 70% untuk biaya hidup sebulan, 20% untuk ditabung, dan sisanya untuk “bersenang-senang”, bisa untuk menonton, membeli buku, ke salon. Tentu pengeluaran untuk “bersenang-senang” ini tidak melulu akan dipakai tiap bulan, maka jika tidak terpakai bisa untuk jatah “bersenang-senang” bulan berikutnya atau ditambahkan ke porsi tabungan.
Dengan kata lain, Anda punya 2 jenis tabungan (kalau saya, saya menyimpannya dalam 2 rekening)
1. Tabungan yang bisa diganggu gugat, isinya uang tagihan,uang sehari-hari,dan uang untuk bersenang-senang.
2. Tabungan yang tidak bisa diganggu gugat.

Untuk ke depan, jika kelak saya sudah berumah tangga atau setidaknya saat sudah mempunyai penghasilan yang lebih besar, idealnya saya memiliki 3 jenis simpanan:
1. Untuk hari-hari, sama dengan poin 1 bagian sebelumnya (tabungan yang bisa diganggu gugat)
2. Tabungan untuk hal-hal mendadak, hanya boleh diambil pada saat mendesak, misalnya ketika ada anggota keluarga yang masuk rumah sakit, dll.
3. Tabungan jangka panjang, yang tidak bisa diganggu gugat. Mungkin untuk membeli rumah, kendaraan, atau untuk dana kuliah anak kelak.

Perlu dicatat, hal-hal diatas baru bisa tercapai dengan beberapa kondisi :
1. Anda harus memiliki pemasukan yang PASTI per bulan.
2. Anda harus melatih diri untuk memilah mana yang benar-benar Anda butuhkan atau sekedar Anda inginkan
3. JANGAN PERNAH menunda untuk membayar tagihan dan hutang

Category: Tips  Tags: , ,  12 Comments

Mau ngedeketin cewek? Gampang puooolll!!

  1. Buat dia sadar dulu kalo kamu exist di dunia ini. Seperti cowok, yang pertama diliat cewek juga tampang keren, prestasi, dan sikap. Tapi setelah lebih kenal, cewek lebih prefer cowok yang sikapnya keren, bukan tampang, kantong atau prestasinya yang keren (tips: jangan norak!!)
  2. Tunjukkan hal-hal positif dari kamu. Jangan menunjukkan kamu lemah, cengeng, bentar2 pinjem duit, minta bayarin makan, dll.
  3. Jadilah temannya, selalu ada pas dia butuh, dan tidak menunjukkan sikap keberatan walaupun sebenarnya kamu ga setuju
  4. Pengertian. Tidak mudah mengeluh, tidak melemahkan semangatnya, tidak berkomentar menyalahkan, namun bersikap bijak dan mampu membimbing
  5. Gentleman. Jemput kerumah/kos kalo mau pergi, nawarin diri ngebantu kalo dia lagi ada kesulitan, ato hal-hal kecil seperti berdiri di sebelah arah datang kendaraan ketika menyeberang jalan, ato bukain pintu mobil.

Udah, kalo udah itu semua dijamin tu cewek pasti luluh. Karna setegar apapun seorang wanita, pada dasarnya tetep suka dimanja dan diperhatikan. Romantis itu ga terlalu perlu, karna yang paling penting adalah perhatian. Satu hal lagi, jangan terlalu berharap sampe jadi annoying dan ceweknya lari, jangan juga terlalu mengulur-ulur perasaan kamu. Mending jadi temen baiknya aja, bersikap sedikit cuek, tapi tulus.
Ketika kamu diterima cewek, sebenernya cuma ada 2 pilihan dia melihat kamu seperti apa:

  1. Anak manis buat nemenin jalan-jalan ato dipamerin ke temen-temen
  2. Calon ayahnya anak-anak

Tinggal pilih aja ^_^

Category: Tips  Tags: , ,  21 Comments

Biasaa, kalo dah mau Lebaran sibuk aja nyari tiket mudik.. Tumbenan nih minus 3 minggu keberangkatan dah pada sold out, yang nyisa tinggal yang berharga mahal. Adam Air aja yang biasanya dapet 700rban sekarang melonjak jadi 1,5jt.. Ampyuun..

Nah, Sabtu 15/09/07 kemaren dengan pedenya saya nyoba pesen tiket GIA (Garuda Indonesia Airways), siapa tau masih dapet yang murah, dan alhamdulillahirobbilalamin masih ada!!! Senangnya ^_^ Batas pengambilan tiket 18 Sept jam 12.00

Dasar mahasiswa maunya yang ngirit, 2 jam sebelum time-limitnya habis saya nelpon lagi ke Garuda. more…

Category: Tips  11 Comments