Mulai November ini, karyawan Kantor Pusat UGM diwajibkan menerima gaji melalui Bank BPD DIY. Berhubung Bunda kemaren statusnya menggantikan teman, jadi di SKnya yang tertulis bukan nama Bunda. Dengan demikian Bunda ga bisa membuat rekening di BPD secara kolektif dari kantor.
Solusinya adalah membuat rekening pribadi dulu, trus dengan surat kuasa baru penerimaan gaji dimasukkan ke rekening Bunda.
Jadilah hari ini Bun menuju kantor Bank BPD DIY yang terletak di deket samsat DIY (nama daerahnya apa sih??lupa,hehe). Kesan pertama,, hmmm, luas, adem, dan kursi tunggunya itu lho, sofa, empuuukkk bgt ^^
Ga lama nunggu, Bun langsung dilayani oleh CS-nya, dan jadi deeh, punya rekening di BPD.
Plusnya :
- Potongan tabungan Simpeda cuma 3000/bulan, udah sama butab (buku tabungan) dan ATM, bandingkan dengan Mandiri yang mencapai 8000-an
- InsyaAllah dana dibawah 2M masih dijamin LPS(Lembaga Penjamin Simpanan)
- ATM Bersama, dan sudah ada jaringan BPD Net Online, jadi bisa setor dari bank BPD lain
- Karyawatinya berbatik dan berkebaya,wew… Dan berbahasa Jawa di kantor (haloooo, emang ini kampungnya orang Jawa geto,haha) Enggak2, hanya saja, jadi berasa banget kalo lagi di Jogja
- Ada snack dan minuman (teh, kopi),, nah, ini yang asyik banget! enak2 lagi
Minusnya :
Pas lagi ngelayanin Bun, CS-nya sambil ngobrol gitu ma temennya. Trus pas Bun lagi ngejelasin, mimik muka mbaknya langsung menampakkan raut “lo-ngomong-apa-gw-ga-ngerti”. Ga prof banget deh pokoknya. Beda banget sama CS-nya bank Mandiri, yah mungkin dia belum paham SOP-nya kali,wakaka…




Komentar Terbaru